Sepekan “like a magic”

 

            “Assalam, Nurhasanah, Siti Robiatun, Intan Ardiani L. diminta kesediaan sebagai delegasi dari KAPMEPI untuk mengikuti TOT Menpora di BALI. Syarat dan tugas lainnya akan menyusul, Edi”

Senyum, ekspresi membaca pesan singkat dari pak Edi. Terbayang pesona bali, teman-teman baru, pengalaman dan tentunya ilmu baru.

“Waalaikumsalam, InsyaAllah saya siap, owh ya, nama saya Ardliani Intan L. .”

Sms balasan tanda sepakat pun terkirim satu paket dengan protes nama yang seringkali salah dan terbalik. Enam hari berlalu untuk mengurus seabrek syarat yang harus diselesaikan. Banyak hal yang terjadi dalam rentang waktu keberangkatan  menuju Bali, hingga pergantian delegasi menjadi Sanita dan Titin menggantikan Nurhasanah dan Siti Robiatun. Keterangan, kak Titin kusebut dia, seorang calon ibu karena saat ini sedang hamil sekitar 3 bulan.

            Senin, 14 November 2011

“Sanniiiiiiiiiiii……..buruaaann..” teriakan semangat 45 ku meluncur begitu saja, susah membedakan itu teriakan rasa dongkol atau takut ditinggal rombongan gara-gara es em es ancaman dari pak Edi yang akan meninggalkan kami jika kami datang lewat diatas jam 8 teng. Kulirik jam tangan yang nempel di pergelangan tangan kiriku. “ hmm, 10 menit sampe di nusra” aku membatin. Tak lama aku dan Sani tiba di Nusra, tempat kami mengikrarkan janji untuk berkumpul bersama menuju Bandara Internasional Lombok (BIL).

Selang beberapa menit, angkutan umum bermerk bluebird pun datang dan meluncur membawa kami menuju BIL. 45 menit setelah itu kami tiba di BIL, check-in dan menunggu kedatangan burung raksasa yang akan membawa kami ke Bandara Internasional Ngurah Rai. Bukan Indonesia jika tidak delay, seringkali kalimat itu terdengar di telinga ini. Setelah bosan menunggu akhirnya yang dinanti datang juga, kami pun beriringan.

Sepintas kulihat gerak kak Titin yang begitu kewalahan membawa barang, sengaja tak segera kubantu berharap pasukan bernama laki-laki dari kelompok kami dengan sigap membantu membara barang beliau. Ternyata meleset, mereka sibuk menikmati langkah mereka tanpa memberi sedikit ruang simpati untuk kak Titin. “Ini orang punya empati dikit kek, huft” aku membatin sambil meraih ransel Kak Titin.

“ Kak, sini saya bawakan.”

Dengan sedikit penolakan dan pemaksaan dariku jadilah dua ransel yang lumayan berisi(lebih sopan ketimbang berat, hihi) nempel ditubuhku. Tiba di depan tangga pesawat, aku mulai kebingungan. Tangga yang begitu kecil menurutku, bagaimana naiknya dengan kondisi bawa ransel 2 begini (silahkan, dibayangkan kecilnya pesawat ber merk WINGS dan dibayangkan juga tangganya sekalian J ).

Sejenak mematung di depan tangga, seorang laki-laki tiba-tiba mengeluarkan kata-kata melegakan. Setelah dari tadi laki-laki yang juga rombongan kami cuek bebek, akhirnya penawaran bantuan pun terlontar.

“sini ranselnya satu”

Kalimat irit yang cukup membantu pikirku. Segera kuserahkan, dan bergegas masuk. Sekitar pukul 12 kami tiba, seperti biasa sanita langsung jepret sana sini dengan camdig di tangannya. Menunggu sebentar, kami pun melaju menuju hotel good way dengan bantuan mobil travel. 15 menit kami sudah di lobi hotel, registrasi, pembagian kamar, dan jadilah aku satu kamar dengan Kak Titin. Karena beliau dalam kondisi yang agak lemah, kami disatukan dari peserta yang diacak provinsinya.

Tiba di kamar, kami merapikan pakaian, sholat, dan bergegas menuju ballroom lokasi acara. Tiba di ballroom, kami makan siang dan dilanjutkan dengan gladi kotor plus bersih sekalian. Pembukaan acara ToT dimulai sekitar pukul 16.30 Wita. Acara berlangsung seru, di ikuti malamnya dengan pemilihan pak lurah dan bu lurah. Acara selesai sekitar pukul 23.30 Wita, kembali ke kamar untuk menghempaskan diri ke bad cover. Sebelumnya kuhampiri Kak Titin yang terbaring lemah, beliau hanya sempat mengikuti acara pembukaan dan kembali di kamar. Aku tak berani membangunkannya, kupandangi wajah perempuan yang begitu kukagumi karena kesabarannya. “aku ingin menjadi tangguh sepertimu kak” batinku. Karena kondisi yang kian melemah, pada hari Rabu Kak Titin harus pulang setelah di jemput suaminya.

15-19 November 2011

Hari-hari yang penuh dengan materi, penuh cerita. Setiap paginya diawali dengan olahraga bersama. Jam 05.30 harus kumpul di depan lobi hotel (yang datang tepat waktu pasti nemu beberapa peserta yang ontime juga tiduran di shofa lobi hotel). Olahraga diawali dengan peregangan otot, kemudian jogging, dan ditutup dengan permainan yang berbeda setiap harinya. Salah satu permainan paling berkesan adalah permainan barongsai, yaitu permainan kepala menangkap ekor (yang gak tau sabar ye, kepanjangan kalo mesti di jelasin , hahay).

Selesai olahraga, kami kembali ke kamar masing-masing, mandi, siap-siap, sarapan dan kembali mengikuti materi. Momen sarapan, makan siang, makan malam, dan coffe break adalah saat-saat dimana kami mengakrabkan diri dengan peserta lainnya yang datang dari 8 provinsi lainnya. Setiap materi biasanya diawali dengan ice breaking dan pengantar dari Mc dan Moderator. Materi yang disampaikan sangat bagus dan sudah pastilah bermanfaat, beberapa materi itu diantaranya kebijakan nasional kepemudaan, islah KNPI, national security belt, strategi pembangunan karakter, solidaritas dan peran pemuda, Ansos, heart intelligence dan banyak lagi ilmu yang lainnya. Pada ice breaking materi pertama kami dibagi kedalam kelompok yang harus kami cari dengan gumaman nada, setelah nyasar di tiga kelompok jadilah aku berkumpul dengan komunitas Koesbini.

Tak ada gading yang tak retak, terkadang ada materi yang membuat bulu mata sedikit berat sehingga otak berfikir untuk menyudahi saja (red : tidur). Saat-saat rawan seperti ini biasanya aku siasati dengan cara memperhatikan keadaan peserta lainnya, terngiang sebuah kalimat seorang teman “jika kamu mengantuk saat menerima materi maka perhatikan orang yang mengantuk disekelilingmu”. Memperhatikan mereka yang senasib denganku, kadang ada yang  kelopak matanya turun naik dengan sangat lamban, ada yang anguk-angukan, ada yang bola matanya putih semua dan kondisi lainnya yang cukup menghibur.

Ini akan terus berlangsung jika aku mulai mengantuk, tentunya satu hal yang harus diperhatikan, jangan sampai orang yang anda amati mengetahui kalau dia diamati (whehe). Pernah suatu ketika aku mengamati seorang peserta (yang belakangan aku tahu dia kandidat dari Kalimantan) tertidur dengan lelapnya, sangat lelap bahkan. Posisi duduknya arah jam 8 di belakangku, aku menunggu saat-saat dia terbangun dengan kagetnya dan aku akan siap-siap menertawakannya. Dan saat itu tiba, dia terbangun dan langsung memandangku. Niat yang tadinya kukumpulkan untuk tertawa menjadi urung karena kepergok. Melesat membalik badan kedepan dan pura-pura focus ke materi, yang sebenarnya menahan rasa malu ketauan memperhatikannya (hihihi). “mungkin dy juga malu ketauan tidur saat materi ” pikiran positif untuk menghibur diri 😀 .

20 November 2011

Hari ini tidak lagi menjadi hari-hari penerimaan materi, bukan juga saatnya mencari korban keganasan materi (red: orang ngantuk). Hari ini fulltime untuk rekreasi, diawali outbond ke pantai Jimbaran Nusadua Bali. Di pantai ini kami bermain sepuasnya. Dikomandoi oleh Mas Agung Widodo, permaianan dimulai dengan ice breaking perkenalan, lanjut dengan games kecil kemudian intinya yaitu combat. Game combat ini memaksa kami menjadi dua kubu, berperang memperebutkan bola masing-masing yang harus dipertahankan. Sekitar pukul 11.00 wita kami menyudahi permainan dan kembali ke hotel, mandi, makan siang dan melanjutkan perjalanan.

Berikutnya kami menuju pusat oleh-oleh di bali yaitu Krisna Shop. Tak ada yang lain yang menarik selain gelang-gelang unik yang berjejer di depan, memilih beberapa yang sesuai dengan hati, dan beberapa barang lainnya yang diniatkan jadi oleh-oleh untuk kerabat di Lombok. Perjalanan selanjutnya, kami menuju pantai uluwatu, pantai ini merupakan tempat pura terbesar di Bali. Setelah puas jeprat- jepret , kami kembali meninggalkan lokasi yang penuh dengan makhluk bernama monyet. Perjalanan berikutnya menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK), pusat kebudayaan Bali yang sangat exotic. Bangunannya yang penuh dengan cerita sejarah. Setelah perasaan puas terpenuhi oleh indahnya lokasi ini, sekitar pukul 19.30 wita, kami kembali ke hotel. Mandi, makan dan lanjut dengan malam inagurasi. Dari masing-masing provinsi  harus menampilkan kebudayaannya sendiri.

Kami dari provinsi NTB, menampilkan video visit Lombok-sumbawa. Senam sasambo, dan nyanyian daerah sasak. Jujur, baru kali ini aku harus melakoni senam yang lebih pantes disebut tarian itu di depan ratusan orang. Rasanya memang untuk malam itu saja aku harus membuat error program di otak yang mempunyai tugas menimbulkan rasa malu. Inagurasi terus berlanjut sampai jam 03.00 wita pagi. Tapi sekitar pukul 01.00 aku pamit (sebenarnya minggat) dari ballroom menuju kamar untuk memberi waktu bagi mata untuk terpejam.

21 November 2012

Hari terakhir aku harus menatap mereka, sahabat-sahabatku yang datang dari berbagai provinsi. Setelah sarapan, kami memasuki ruangan kembali untuk mengikuti serangkaian agenda penutupan dari training. Agenda penutupan berlangsung dengan lancar. Walaupun beberapa peserta ada yang tertidur pulas. Agenda penutupan diakhiri dengan saling berjabat tangan, ada haru yang menyelinap tanpa izin saat agenda salam yang lebih mirip halal bihalal.

“kapan lagi aku bisa bertemu kalian, masih adakah kesempatan kedua kita berjumpa kembali” kalimat yang selalu terucap dalam hati saat menjabat tangan mereka. Sekitar pukul 12.00 wita kami pasukan NTB cek-out dan menuju bis yang akan mengantar kami ke bandara Ngurah-Rai. Di dalam bis, ternyata kami satu bis dengan peserta yang memergoki aku saat aku memperhatikan dia tidur saat materi. Senyum, hanya itu expresiku mengingat kejadian unik dan lucu itu. Dalam perjalanan satu harapan yang terucap dalam hati,

“semoga kita kembali bertemu dalam suasana yang lebih indah, di dunia ini atau di akhirat kelak” J

Inspirated by : someone like you, my “same identity”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s